"Alhamdulillah. Bravo Timnas, semangat untuk Merah Putih & Garuda! Ke Ponorogo beli wingko babat. El Loco memang hebat, Filipina kembali disikat."
Saat tulisan ini dibuat, status facebook itu disukai oleh 997 orang dan mendapatkan 229 komentar positif. Sangat jarang sebuah status mendapatkan angka disukai sebanyak itu. Tapi bagi page Tifatul Sembiring, mendapat angka disukai sebanyak ratusan seperti sangat mudah.
Halaman Tifatul Sembiring sendiri memiliki 176,785 orang penyuka. Maka wajar memang apabila setiap statusnya, Tifatul Sembiring mendapatkan begitu banyak 'jempol'. Tentu saja, kekuatan kata-kata dalam status tersebut sangat menjadi penyebab utama orang meng-klik link 'like' atau 'suka'.
Di situs jejaring sosial twitter, Tifatul Sembiring yang memiliki akun @tifsembiring ini di-follow oleh 124.645 orang. Status-statusnya pun banyak di-retweet oleh followernya. Biasanya, status yang ada di time line Tifatul Sembiring itu sama dengan statusnya di facebook.
Umat Islam sangat beruntung memiliki tokoh yang berpengaruh di twitter seperti Tifatul Sembiring. Karena setiap status yang di-update-nya biasanya memiliki muatan-muatan dakwah. Walau pun kadang Tifatul mengutip kata-kata orang, atau kata-kata tokoh asing, tetapi yang dikutip itu adalah kata-kata positif yang sangat pantas untuk diresapi dan disebarkan kembali ke orang-orang.
Kepopuleran Tifatul adalah asset bagi dakwah. Kata-katanya di jejaring sosial, walau kurang dari 140 karakter, tapi bisa memberikan pengaruh bagi mental anak muda penggandrung jejaring sosial dunia maya. Sebuah pepatah mengatakan bahwa tetesan air yang terus menerus bisa melubangi sebuah batu. Seperti itu lah perumpamaan kalimat-kalimat positif yang terus menerus dibisiki ke timeline anak muda Indonesia, yang bisa mengubah mental mereka. Semua itu tentu saja sangat bergantung kepada hidayah Allah swt.
Ada yang bertanya mengapa Tifatul rajin sekali meng-update status. Apakah ia melalaikan pekerjaannya? Sebenarnya di tengah kesibukan, seseorang masih mungkin untuk sesekali membalas sms atau menerima telepon atau pergi ke toilet. Tifatul tentu saja tidak "saban jam" melakukan update status. Dan meng-update status itu tentu saja tidak memakan waktu sampai lima menit. Merespond sapaan orang-orang pun tidak memerlukan waktu yang lama. Yang jelas, dengan jargon "Nahnu du'at qobla kulli syai'", seorang da'i harus sebisa mungkin menyempatkan dirinya menebarkan pesan dakwah ke sekelilingnya.
Kontroversi
Ada beberapa kontroversi yang ramai diperbincangkan di dunia maya soal Tifatul Sembiring. Hal ini tidak lepas dari statusnya yang sebagai seorang menteri. Kebijakannya tak bisa lepas dari perhatian publik. Selain itu, tak disangkal ada juga yang menyimpan permusuhan dengan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini. Sehingga hal yang kecil pun menjadi besar.
Saat kontroversi RUU Penyadapan, pengacara Adnan Buyung Nasution sempat menuding Tifatul Sembiring, sebagai jubir koruptor. Dan kemudian Tifatul membalas hendak mempensiunkan Adnan Buyung. Pers dan orang-orang saat itu salah mengira, menyangka Tifatul hendak memecat Adnan dari posisi wantimpres. Tak lama Tifatul mengklarifikasi bahwa yang dimaksud mempensiunkan Adnan adalah mempensiunkannya dari posisi "abang angkat"-nya.
Kasus ini kemudian mereda. Tudingan jubir koruptor tak pernah terbukti. Dan di kemudian hari, Adnan Buyung menjadi pengacara dari tersangka korupsi Gayus Tambunan - koruptor yang menghebohkan Indoensia. Dan anak Adnan Buyung sendiri - Iken Nasution - menjadi tersangka korupsi walau status tersangkanya gugur karena yang bersangkutan meninggal dunia.
Kontroversi lainnya adalah soal singkatan AIDS. Saat itu ada dorongan moral pada diri Tifatul untuk mengkritik acara konverensi gay di Surabaya. Tifatul mengutip ucapan Profesor Sujudi yang menyebutkan kepanjangan AIDS sebagai "Akibat Itunya Dipakai Sembarangan".
Beberapa pihak kemudian menghujat Tifatul. Peringatan yang baik dari Tifatul soal resiko AIDS akibat perilaku seks sesama jenis, dibuat keluar konteks. Sengaja membuat kesan Tifatul menggeneralisasi penderita AIDS itu sebagai orang yang berperilaku seks bebas. Benny Handoko di situs vivanews ikut menyalahkan Tifatul Sembiring sembari membela kaum gay dengan mengangkat isu aktifitas sex yang aman.
Tudingan itu tentu saja tidak adil dan di luar konteks. Apalagi pembelaan terhadap aktifis gay. Tapi media Islam jarang (atau tidak ada?) yang membela Tifatul. Akhirnya Tifatul terzholimi sendiri tanpa pembelaan saudara muslimnya yang memiliki perangkat media.
Asset Ummat
Sebagaimana sebuah asset, ia perlu dijaga. Sebagia asset umat yang menempati posisi strategis, juga sebagai seorang yang berpengaruh di dunia maya, Tifatul Sembiring memerlukan dukungan dan pertolongan dari sesama umat Islam. Karena dakwah tidak sepi dari musuh, ada banyak yang mengintai Tifatul Sembiring untuk membesar-besarkan kesalahannya. Itu sudah menjadi agenda musuh dakwah untuk mendemarketisasi tokoh-tokoh dakwah yang berpengaruh.
Jadi, mari bantu perjuangan pak Tifatul dengan ikut me-retwit statusnya yang positif, atau memberi 'jempol' dan memberi komentar statusnya di facebook. Juga menyarankan teman-teman untuk menyukai halaman facebook. Tanpa meninggalkan nasihat yang baik buat beliau, tentu saja.
Sumber : http://islamedia-online.blogspot.com/




0 komentar:
Posting Komentar