Universitas Nabawi[1]
-----------------------------------------------------
Pendiri Universitas
Universitas Nabawiyah merupakan universitas terbesar di bumi dan tidak ada yang bisa menandingi keagungan dan kemegahan universitas ini; universitas ini didirikan langsung oleh Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam atas dasar perintah dari Allah Subhanahu WaTa’ala, firman Allah Ta’ala:
“Hai orang yang berkemul (berselimut). Bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah!.” (QS. Al-Mudatstsir: 1-3).
Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam mulai mengajak manusia bergabung dengan universitas ini dengan cara sembunyi-sembunyi, di mulai dari keluarga dekat beliau, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (QS. Asy-Syu’ara’: 214,215).
Kemudian setelah selang beberapa lama, datang perintah dari Allah Ta’ala supaya melanjutkan kelangsungan universitas ini dengan cara terang-terangan dan membuka cabang baru bagi universitas yang berpusat di Madinah Munawwarah, firman Allah Ta’la:
“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (QS. Al-Hijr: 94).
Kemudian berkembang cabang-cabang ini keseluruh alam, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107).
Dan Universitas ini telah sempurna didirikan berdasarkan asas Iman dan Taqwa, firman Allah Ta’ala:
“...Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath-Thalaq: 2).
Sedangkan manhajnya (metode) adalah jalan yang lurus, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia,..” (QS. Al-An’am: 153).
Dan syarat mendaftar di Universitas ini adalah “Anda bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah”. Syarat utama berprestasi di Universitas adalah “Anda beriman dengan Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, para Rasul-Nya dan Hari yang akhir. Dan kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihatnya, maka jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.
Dan menuntut ilmu di Universitas ini adalah faridhah (wajib); sedangkan mendaftar padanya adalah ikhtiyari (pilihan) tidak ada paksaan, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)...” (QS. Al-Baqarah: 256).
Orang yang pertama kali mendaftar dari kaum laki-laki dan diterima di Universitas ini adalah Abu Bakar As-Siddiq. Radhiyallahu ‘anhu, sedangkan dari golongan perempuan adalah Ibunda Khadijah binti Khuwailid.Radhiyallahu ‘anha, dna dari golongan anak-anak adalah ‘Ali Bin Abu Thalib Radhiyallahu ‘anha..
Universitas dipimpin langsung oleh Muhammad Bin Abdullah Bin Abdul Muthallib; yaitu Nabi Al-Ummy yang mengajarkan para pelajar, firman Allah Ta’ala:
“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu’ah: 2).
Sedangkan tim-tim pengajarnya; mencakup dari sekelompok tim pengajar yang belajar langsung dari tangan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mereka menyampaikan ilmu-ilmu tersebut keseluruh alam, diantara mereka adalah: Abu Bakar Siddiq, Faruq Umar, ‘Utsman bin ‘Affan, Imam ‘Ali dan selain mereka masih banyak lagi baik itu dari golongan laki-laki atau perempuan, dan seluruh mereka ini hidup bersama Rasulullah seperti bintang-bintang mengelilingi Rembulan.
Lama kuliah disini dimulai semenjak lahir sampai mati, akan tetapi belajar yang di wajibkan adalah dimulai semenjak manusia baligh.
Kitab (diktat) yang di pelajari adalah Al-Qur’an Al-Karim; yaitu kalam Allah Ta’ala yang di turunkan kepada Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan memakai lafaz arab, dan sampai kepada kita lewat mutawatir[2], tertulis di mushaf (Kitab Suci Al-qur’an); dimulai dengan surat Al-Fatihah dan di tutup dengan surat An-Nas, mencakup 114 surat dan ayatnya berjumlah 6236, dan jumlah kalimatnya 77439, firman Allah Ta’ala:
“Kitab[3] (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa[4].” (QS. Al-Baqarah: 2).
Dan kitab kedua yang di pakai adalah Sunah Nabi; yaitu segala yang bersumber dari Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam selain Al-Qur’an, berupa: perkataan, perbuatan dan ketetapan Nabi, yang berposisi sebagai hidayah dan tasyri’, firman Allah Subhanah:
“...Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al-Hasyr: 7).
Siapa yang bersungguh-sungguh mempelajarinya dan mengamalkannya akan memenangis Sorga, firman Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).” (QS. Al-Hijr: 45).
Sedangkan siapa yang gagal dan salah memahami manhajnya, ia akan memperoleh Neraka Jahannam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali, firman Allah Ta’ala:
“Dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang Telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.” (QS. Al-Hijr: 43).
Di Universitas ini terdapat bermacam-macam kuliah, diantaranya: Kuliah terbiah diniyah yang sempurna, kuliah Thibb (kedokteran) An-Nabawi, kuliah syari’ah yang megah, dan juga terdapat kuliah hak-hak asasi (huquq) yang di pelajari oleh pelajarnya adalah: hak asasi manusia, hewan dan tumbuhan, di pelajari juga hak-hak anak dan ibu, hak Allah atas hamba-Nya dan hak hamba atas Tuhan-nya, sebagaimana juga di pelajari disana asas-asas musawah (kebersamaan), keadilan dan kebenaran, karna pendirinya diutus dari sisi Yang Maha benar dan dengan agama yang benar, firman Allah Ta’ala:
“Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.” (QS. Ash-Shaf: 9).
Dan juga terdapat kuliah ilmu politik, yang telah meluluskan dubes-dubes terkemuka, semisal Mus’ab Bin ‘Umair dubes pertama yang lulus dari kuliah ini.
Terdapat juga kuliah Tijarah ma’allah, siapa yang berprestasi disana dan bersungguh-sungguh akan berlaba, firman Allah Subhanah:
“Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka...” (QS. At-Taubah: 111).
Sebagaimana didirikan juga kuliah harbiah (militer) yang telah meluluskan Sifaullah Al-Maslul Khalid Bin Walid, asadullah Hamzah Bin Abdul Muthallib, aminul ummah ‘Ubaidillah Bin Jarrah; mereka inilah yang menumpas kezhaliman dan kelaliman, dan melindungi yang lemah dari tindasan yang kuat.
Dan pada akhirnya...Universitas Nabi yang mulia berharap buat segenap pelajar semoga mendapat Taufiq dan kenajahan, sebagai juga universitas menyeru orang yang belum bergabung dengannya, secepatnya mendaftarkan namanya supaya menjadi mahasiswa di Universitas, karna pintu pendaftaran masih terbuka dan akan selalu terbuka, firman Allah Ta’ala:
“Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.” (QS. Al-Hijr: 2).
-----------------------------
Catatan Kaki:
[1] . Dinukil dari Tulisan Ridha Abul Ghaizh (Mesir), Majalah Al-Wa’I Al-Islami. Edisi Zulhijjah 1429/ Desember 2009. Dan disyarah oleh Ibnu Mawardi Muherman Numrah.
[2] . Riwayat yang bertalian, dari Allah, JIbril, Nabi Muhammad …dan kepada umatnya.
[3] . Tuhan menamakan Al Quran dengan Al Kitab yang di sini berarti yang ditulis, sebagai isyarat bahwa Al Quran diperintahkan untuk ditulis.
[4] . Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.





0 komentar:
Posting Komentar