Balasan Durhaka
By: Muherman Numrah. Lc
Para ulama menyebutkan; seorang laki-laki mempunyai seorang bapak yang sudah tua, sehingga anak tersebut sampai merasa bosan memelihara dan menjaganya (bapaknya), suatu hari anak tersebut membawa bapaknya ke padang pasir untuk menyemblih (membunuh) bapaknya yang sudah tua tersebut.
ketika mereka sampai di padang pasir yang di tuju, sang bapak berkata: “Wahai anakku! Apa yang hendak kamu perbuat terhadap diriku?”
Anaknya berkata: “Aku ingin menyemblihmu!”,
Bapaknya berkata: “Anakku! Apakah ini balasan ihsan (kebaikan orang tua terhadap anaknya)?”
Anaknya berkata: “Aku mesti membunuhmu, kamu sudah sangat membosanku dan merepotkanku”
Bapaknya berkata: “Anakku! Jika kamu masih enggan dan tetap ingin membunuhku, maka semblihlah aku dekat padang pasir yang selanjutnya, dan jangan kamu seblih aku disini ataupun disana! Ia berkata lagi: “Anakku! Jika memang balasan sesuai dengan amalan...maka semblih aku dekat padang pasir yang selanjutnya, sungguh aku telah membunuh bapakku di tempat tersebut...kamu juga harus berbuat seperti itu anakku”.[1]
Pelajaran
Kisah nyata ini sungguh menyedihkan dan memilukan hati bagi orang yang medengarnya, betapa tidak?!..seorang anak yang tega membunuh bapaknya, bapak yang selama ini membesarkan, mendidik, member makan..namun yang ia dapat hanyalah kedurhakaan dari sang anak. Dan bahkan bukan itu saja! Orang tua malang ini harus mati ditangan anaknya sendiri, seolah sesuai dengan pepatah “Padi yang ditanam rumput yang tumbuh”.
Akan tetapi..sebelum orang tua malang ini menyadari bahwa dia bukan dibunuh sebab kedurhakaan anaknya saja, akan tetapi dia sadar bahwa balasan telah datang ganajran terhadap apa yang dia perbuat akan hal yang sama terhadap bapaknya, maka benarlah pepatah ini “Balasan sesuai perbuatan” atau “Sebagaimana anda menanam seperti itu pula anda akan memetik hasilnya”.
Pelaran kedua
Banyak sekali para orang tua yang tidak menyadari kenapa anak-anaknya tidak mau berbakti kepadanya, dan bahkan memperlakukannya akan perlakuan yang tidak layak!
Memang! Kebanyakan kita tidak menyadari bahwa setiap apa yang kita perbuat pasti seperti itu pula kita akan memetik hasilnya.
Prilaku ini..bukan saja berakibat sebatas keluarga saja, akan tetapi kezhaliman ini berakibat buruk kepada masyarakt sekitar dan bahkan keseluruh masyarakat, namun kita tidak menyadari.
Misalkan; Seorang suami memarahi istrinya karna tidak pandai memasak atau karna salah berbuat sesuatu, kemudian sang istripun pusing..tiba-tiba anaknya minta sesuatu, merasa banyak permintaan dan bukan pada waktu yang tepat, lantas ibu ini melampiaskan amarahnya kepada anaknya, dan sang anakpun merasa kesal dan menjadi marah sendiri. Dan keesokan harinya sang anak pergi sekolah dia melihat seekor anjing atau kucing, lalu anak tersebut memukul anjing dan kucing yang tak berdosa ini.
Atau bisa jadi anak ini juga akan memukul temannya..karna melihat bapaknya tadi malam memukul ibunya, atau melihat sang ibu memukul kakaknya tadi pagi…
Hal seperti inilah yang sering membuat masyarakat kita rusuh dan rusak, mengapa diantara kita harus saling menzhalimi sedangkan yang di zhalimi tidak berhak mendapat perlakuan tersebut?! Maka kita tidak perlu melihat terlalu jauh, cukup saja setiap kita melihat di keluarganya dan memperbaiki keluarganya masing-masing, bukankah masyarakat yang banyak ini tersusun dari sekian keluarga. Dan kalau seandainya setiap keluarga merasa berkewajiban terhadap masyarakat mereka lantas memperbaiki keluarga mereka, insya Allah masyarakat tempat dia hidup akan tenang dan tentram..marilah kita mulai “ishlah (perbaikan)” ini supaya tercipta kerukunan dan kedaimaian dalam masyarakat kita. Amin!
Faedah dari kisah:
1. Berbakti kepada kedua orang tua adalah wajib setelah tauhid, dalam keadaan apapun seorang anak harus berbuat baik kepada orang tuanya, hingga walaupun orangtuanya bukan muslim.
2. Kewajiban orang tua adalah meng-halalkan makan keluarganya, dan tidak memberi keluarganya makanan yang haram, seperti: Riba, harta curian, tipuan dalam jual beli, korupsi..dll. sebab makanan yang hala adalah salah satu sebab baiknya hidup seseorang.
3. Balasan sesuai perbuatan, balasan in baru sebatas dunia..apalagi akhirat, tentu lebih pedih dan besar?!.
4. Kewajiban para orang tua kembali memperbaiki dan menata kelurganya, mengisi yang kurang dan memperbaiki yang salah, serta menambah yang tidak ada.
5. Pentingnya mendidik anak dengan pendidikan yang Islami, sebelum anak-anda anda menyemblik anda tanpa sebab yang anda ketahui..maka bersegeralah membawa mereka kejalan Allah, seperti: Mengajak shalat ke masjid, ikut pengajian Agama, menyekolahknannya di sekolah Agama, dan perbuatan lain yang bisa membuat mereka menjadi anak-anak yang shaleh.
6. Sebaik-baik peninggalan seseorang adalah anak yang shaleh.
[1] . Lihat “Belajar dari Kisah” oleh: Muherman Numrah.





0 komentar:
Posting Komentar