Fadhilah (keutamaan) Surat Al-Ikhlash (Qulhuwallahu Ahad)
Hadits satu: Surat Al-Ikhlash salah satu jaminan Ke Sorga
Dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu- dia berkata: “Suatu kali seorang laki-laki dari kaum anshar mengimani manusia (Muslimin) di masjid Quba’, ketika dia memulai qiraat (setelah membaca fatihah) dia selalu membaca di awal qiraat (sesudah al-fatihah) surat Al-Ikhlas,
kemudian baru di lanjutkan dengan membaca surat yang lain, laki-laki tadi melakukannya (membaca surat al-ikhlas) setiap raka’at, maka para sahabatnya menegurnya, mereka berkata: “Kamu selalu membuka bacaan dengan surat ini (al-ikhlas), apakah kamu tidak tahu bahwa ia menjadi satu bagian sehingga kamuu juga membaca surat yang lain, maka kamu boleh memilih meninggalkannya dan membaca surat yang lain.” Kemudian dia berkata: “Saya tidak akan meninggalkannya, jika kalian suka saya imami saya akan terus melakukannya (membacanya), namun jika kalian tidak suka saya akan meninggalkan kalian,” sedangkan mereka tahu bahwa dia (laki-laki dari kaum anshar tadi) orang yang paling baik di antara mereka, dan mereka tidak suka di imami oleh orang lain. Maka ketika mereka mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan memberitahukan kabar ini, Beliau berkata: “Wahai Fulan! apa yang melarangmu jika kamu melakukan apa yang di inginkan sahabat-sahabatmu? Dan apa yang menyebabkan kamu sehingga harus membacanya setiap raka’at?” dia berkata: “Aku mencintainya”, beliau bersabda: “Cinta kamu kepadanya akan memasukkanmu kedalam sorga.”[1]
kemudian baru di lanjutkan dengan membaca surat yang lain, laki-laki tadi melakukannya (membaca surat al-ikhlas) setiap raka’at, maka para sahabatnya menegurnya, mereka berkata: “Kamu selalu membuka bacaan dengan surat ini (al-ikhlas), apakah kamu tidak tahu bahwa ia menjadi satu bagian sehingga kamuu juga membaca surat yang lain, maka kamu boleh memilih meninggalkannya dan membaca surat yang lain.” Kemudian dia berkata: “Saya tidak akan meninggalkannya, jika kalian suka saya imami saya akan terus melakukannya (membacanya), namun jika kalian tidak suka saya akan meninggalkan kalian,” sedangkan mereka tahu bahwa dia (laki-laki dari kaum anshar tadi) orang yang paling baik di antara mereka, dan mereka tidak suka di imami oleh orang lain. Maka ketika mereka mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan memberitahukan kabar ini, Beliau berkata: “Wahai Fulan! apa yang melarangmu jika kamu melakukan apa yang di inginkan sahabat-sahabatmu? Dan apa yang menyebabkan kamu sehingga harus membacanya setiap raka’at?” dia berkata: “Aku mencintainya”, beliau bersabda: “Cinta kamu kepadanya akan memasukkanmu kedalam sorga.”[1]
Hadits Dua: Surat Al-Ikhlash sama dengan sepertiga Al-Qur’an
Dari abi sa’id a-khudri Radhiyallahu ‘Anhu- bahwa seorang laki-laki mendengar laki-laki lain membaca “Qul Huwalahu Ahad” berulang-kali, ketika subuh dia datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam seraya menyebutkan kejadian tadi malam, seolah-olah laki-laki tadi (yang diadukan kepada Nabi) menganggap masih sedikit, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Demi Allah yang jiwaku di Tangan-Nya sesungguhnya dia sama dengan sepertiga Al-Qur’an.”[2]
Dan pada riwayat yang lain; Dari abi sa’id al-khudri. Radhiyallahu ‘Anhu- dia berkata: Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepada para sahabatnya: “Apakah salah seorang diantara kalian sanggup membaca sepertiga Al-Qur’an dalam satu malam?”. Maka sangat berat bagi mereka melakukannya, mereka berkata: “Bagaima mungkin kami sanggup melakukannya Ya Rasulullah?” beliau bersabda: “Allahu al-wahid Ash-shamad” (yaitu surat al-ikhlas); sepertiga Al-Qur’an.[3]
Hadits Tiga: Wajib Sorga bagi orang yang membacanya
Dari ‘Ubaid bin Hunain (maula-budak- keluarga zaid bin khattab), bahwasanya dia berkata: “Aku dengar abu hurairah berkata: “Suatu hari aku menghadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam..ketika itu beliau mendengar seorang laki-laki membaca “Qul Huwallahu Ahad” kemudian beliau bersabda: “Diwajibkan” aku bertanya kepada beliau: “Apa maksud engkau wahai Rasulullah?” beliau berkata: “Sorga” .
Abu hurairah berkata: “Aku ingin sekali pergi kepada laki-laki tadi dan memberitahukannya kabar gembira (ini), akan tetapi aku takut kalau makan siangku bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terlewatkan, maka aku mengutamakan makan siang bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (setelah makan) aku pergi kepada laki-laki tadi namun aku mendapati dia sudah pergi .”[4]
Hadits Empat: Siapa yang minta kepada Allah lewat perantaranya maka Allah akan mengabulkannya
Dari Mihjan bin al-adra’. Radhiyallahu ‘Anhu- dia berkata: “Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam masuk kedalam masjid ketika itu ada seorang laki-laki sedang melaksanakan shalatnya, sedang dia dalam keadaan tasyahhud, lalu (laki-laki tersebut) berdo’a: “Ya Allah aku meminta kepada-Mu, Ya Allah Yang Maha Esa (Ahad),Tempat bergantung segala sesuatu, Yang Tidak beranak dan tidak pula di peranakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia, bahwa Engkau ampunilah dosa-dosaku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dia berkata (mihjan bin al-adra’): Beliau bersabda: “Sungguh dia akan di ampuni, sungguh dia akan di ampuni.” beliau berkata tiga kali.[5]
Hadits Lima: Siapa yang membacanya sepuluh kali maka Allah akan membangun baginya istana di sorga
Dari Mu’az bin Anas al-jahni. Radhiyallahu ‘Anhu- dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi WAsallam Beliau bersabda: “Barang siapa yang membaca “Qul Huwallahu Ahad” hingga akhir surat sepuluh kali, Allah akan membuatkan baginya istana di sorga.” Maka berkata umar bin khattab: “Bagaimana kalau lebih banyak Ya Rasulullah (lebih dari sepuluh kali)? Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-pun bersabda: “Allah lebih suka kepada kepada yang lebih banyak dan yang lebih bagus.”[6]
Maksudnya: Semakin banyak kita membaca Surat Al-Ikhlas maka itu akan lebih baik, karna Allah menyukai yang banyak dan yang bagus.
Hadits Enam: Allah mencintai orang yang suka membacanya
Dari ‘Aisyah. Radhiyallahu ‘Anha- bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengutus seorang sirriyyah[7], dan suatu hari dia mengimami para sahabatnya dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan selalu menutup (bacaaanya) dengan membaca surat AL-Ikhlas (Qul Huwallahu Ahad....). dan ketika mereka kembali (dari misi), lalu memberi tahukan kepada Nabi SAW( apa yang di lakukan sahabatnya), kemudian beliau bersabda: “Tanyalah! Karna sebab apa dia melakukannya?” Kemudian mereka menanyainya, dia berkata: “karna ia merupakan sifat Ar-Rahman, dan saya sangat suka membacanya,” lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Beritatahukanlah kepadanya bahwa Allah mencintainya.”[8]
Hadits Tujuh: Keutamaan banyak membacanya
Dari Abi Umamah al-bahili. Radhiyallahu ‘Anhu- dia berkata: “Telah datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Jibrail. Alaihis Salam sewaktu beliau di Tabuk, kemudian berkata: “Wahai Muhammad saksikanlah jenazah mu’awiyah bin mu’awiyah al-mazani!” dia berkata (abi umamah): dan turun jibrail bersama tujuh puluh ribu malaikat, kemudian menghamparkan (merendahkan) sayapnya yang sebelah kanan di puncak gunung sehingga gunung tadi menjadi rendah (datar), kemudian meletakkan sayap yang bagian kiri diatas dua tanah hingga menjadi rendah, sehingga terlihatlah Makkah dan Madinah, maka Rasulullah, jibrail dan para malaikat yang lain menyolatkannya (mu’awiyah bin mu’awiyyah al-mazani), ketika sudah selesai beliau bertanya: “Wahai jibril! Apa yang menyebabkan mu’awiyah meperoleh manzilah (derajah/posisi) seperti ini[9]?” jibril berkata: “Karna dia membaca “Qul Huwallahu Ahad” ketika berdiri, duduk, ketika menaiki kendraan, danketika berjalan.”[10]
[1] . Shahih, hadits di riwayatkan oleh Imam bukhari, Imam turmizi, Ibnu khuzaimah, Ibnu hiban, Hakim, Abu yu’la, Imam baihaki, rabi’ ibnu habib.
[2] . Shahih, hadits di riwayatkan oleh Imam bukhari, imam ahmad, Nasa’I, abu daud, Imam maik, abu yu’la, imam baihaki, ibnu hiban.
[3] . Shahih, hadits ini di riwayatkan oleh: Imam bukhari, Imam ahmad, Abu yu’la, Abu dhurais, Imam baihaki.
[4] . Sahih, hadits di riwayatkan oleh: Imam Malik, Imam tumizi, Imam Nasa’I, Imam Ahmad, Imam Hakim, Imam Baihaki.
[5] . Shahih, hadits riwayat: abu daud, , nasa’I, imam ahmad, hakim.
[6] . Shahih, hadits riwayat Imam ahmad, ibnu suni, thabrani, aqili. Di shahihkan oleh Imam abani dalam silsilah hadits shahihnya. 1/137 no. 589
[7] . detasemen (pelaton pasukan)-kamus al-munawwir hal.630
[8] . Shahih, hadits ini di riwayatkan oleh: Imam bukhari, Imam Muslim, Imam Nasa’I, Imam Baihaqi, Imam ibnu hiban, untuk penjelasan hadits lebih lanjut silahkan buka fathul barri ‘ala syarhi shahihul bukhari oleh: imam ibnu hajar al-asqalani, jilid. 13 /356
[9] . atau: derajat yang setinggi ini
[10] . Hasan, diriwayatkan oleh: Imam Nasa’I dalam bab amalul yam wal lailah, pasal (Qul Huwallahu Ahad) ketika berjalan di jalanan, hal. 94 no. 180
-----------
By: Muherman Numrah





0 komentar:
Posting Komentar