Kisah Raja dan Pelukis cilik
By: Muherman Numrah. Lc
Dikisahkan; bahwa seorang raja ingin sekali menempelkan photo (lukisan) dirinnya di samping photo bapak dan kakek2nya, akan tetapi dia sadar bahwa dia punya beberapa cacat di tubuhnya terutama pada matanya yang sebelah kanan,
dan dia tidak ingin lukisan dirinya yang cacat di tempelkan disamping photo2 kakek2nya karna yang demikian akan merusak nama dan sejarah dirinya.
dan dia tidak ingin lukisan dirinya yang cacat di tempelkan disamping photo2 kakek2nya karna yang demikian akan merusak nama dan sejarah dirinya.
Oleh karma itulah sang raja tadi meminta kepada ajudannya supaya mengumumkan kepada masyarakat bahwa ada perlombaan melukis raja, dengan syarat…bila pelukis tadi gagal melukis rupa raja yang sesuai di inginkannya, maka ia akan dihukum mati.
Setelah berita tadi di sebarkan maka tidak ada yang berani mengikuti perlombaan ini, kecuali seorang laki-laki (pelukis) yang meminta izin kepada istrinya agar bisa melukis raja, walaupun istrinya melarang karna sebab diatas namun dia tetap keras kepala untuk mengikuti perlombaan ini karna hadiahnya sangat besar sekali.
Setelah sampai di istana dan pelukis tadi bersiap untuk melukis, sang raja tetap memperingatkan uqubahnya (ganjarannya), namun laki2 tadi tetap keras kepala…dan mulailah ia melukis raja dengan lukisan yang sangat bagus sekali, seolah-olah raja tadi tidak memiliki aib namun sebaliknya.
Setelah dia melukis raja lalupun raja melihat lukisan tersebut seraya marah sekali, karna lukisan laki2 tadi adalah di buat2 dan tidak benar sama sekali, dan sang raja tidak ingin membalikkan fakta dan membohongi rakyatnya dan tidak ingin sejarahnya jelek di mata mereka. Sehingga laki-laki tersebut di hukum mati.
Dan pada selang beberapa waktu datang pulalah seorang pelukis yang ingin melukis raja, namun pelukis ini berbuat kebalikan yang di perbuat laki2 pertama, dia melukis raja dengan rupa yang yang sebenarnya…dengan mata yang buta sebelah kanan, sehingga sang raja snagat marah sekali bahkan lebih marah dari yang pertama, karna yang demikian akan lebih buruk lagi bagi sejarahnya yang akan datang, hingga laki2 tersebut di juga dihukum mati.
Suatu hari seorang anak kecil yang sangat pintar melukis, kebetulan dia sedang melukis rupa ibundanya, dia berkata kepada ibunya: izinkanlah aku mengikuti perlombaan ini, karna bila aku menang maka hidup kita akan berubah..sang ibu tidak setuju karna orang2 yang mengikuti perlombaan ini tidak ada yang berhasil, dan ia tidak ingin yang demikian terjadi pada anak semata wayangnya.
Namun sang anak berusaha menenangkan ibunya dengan cara mencari jenis lukisan yang cocok dan sangat di sukai oleh raja.
Pada suatu hari anak kecil tadi melukis-lukis di pemandangan luas lalu lewatlah dua orang laki saling berkata:
Yang pertama berkata: apa sebenarnya lukisan yang diinginkan oleh raja? Karna sudah banyak yang mengikuti sayembara tersebut dan semuanya gagal dan menemui ajal mereka di istana. Namun dia meneruskan; mengapa dia tidak suka dengan orang yang melukiskan rupanya dengan lukisan yang indah dan menutupi aib jasadanya?
Dan kedua berkata: dan dia juga tidak sangat suka dengan orang yang melukiskan rupanya yang sebenarnya, dengan memperlihatkan aibnya?!
Setelah dua laki2 ini berlalu muncullah seseorang menembak burung dengan senapan angin, dan menembaknya dengan tepat sekali hingga menjatuhkan burung tadi. Anak kecil yang melukis tadi melihat kejadian ini dan berkata: yah…saya dapat fikiran yang sangat bagus tentang sayembara melukis raja.
Akhirnya sang anak bersikeras datang ke istana dan mempersembahkan dirinya kepada raja supaya diizinkan melukis dirinya, namun sang raja tetap memberi peringatan akan ganjarannya, dan meulailah sang anak melukis dengan kemahiran yang di milikinya.
Setelah dia selesai dan memperlihatkannya kepada raja, rajapun taajjub dan sangat menyukai lukisan tersebut dan meminta kepada anak tersebut menjelaskan maksud lukisannya…
Sang anak berkata: " wahai raja! Lukisan ini sangat cantik dan cocok buat raja seperti anda, saya melukis anda sedang menembak burung dengan senapan angin, ketika anda membidik sasaran sudah tentulah anda pejamkan mata anda yang kanan dan membuka yang kiri supaya bisa membidik dengan benar, dan keadaaan seperti ini sangat cantik sekali dan anda tidak perlu risau lagi kalau anda membohongi orang lain, namun anda sudah jujur dengan tidak memperlihatkan aib anda sehingga orang lain mentertawakan anda".
Mendengar penjelasan anak kecil tadi, Sang raja berkata kepada anak tersebut: "Inilah lukisan yang saya harapkan, lukisan yang penuh hikmah dan kamu wahai anak kecil kamu sangat cerdas sekali dan penuh hikmah, dan sudah menyenangkan hati saya, maka saya akan memberi kamu hadiah kepingan emas, dan mulai pada hari ini kamu akan mendapat tempat diistana dan saya akan mengambil kamu sebagai pelukis kerajaan"
Lalu dia memerintahkan penjaganya agar menempelkan lukisan dirinya di samping lukisan para pendahulunya, maka begitulah kecerdasan dan hikmah yang dimilki sang anak membuat dia beruntung dan selamat dalam kehidupannya.
(Dinukil dan di terjemahkan dari channel aljazeera children)
Durus dan ibrah dari kisah ini adalah:
- Hikmah dan bijaksana adalah salah satu dasar menarik hati orang lain menuju kebaikan dan ishlah.
- Dengan Hikmah dan bijaksana pulalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sanggup menyeru manusia kejalan Allah, tanpa harus berlebih-lebihan tidak pula berkurang-kurang.
- Keutamaan menyeru raja yang zhalim dengan hikmah, tanpa harus berdusta dan tidak menyembunyikan kebenaran.
- Masyru’ (anjuran) menyeru raja yang zhalim kepada kebenaran, agar dia kembali kepada petunjuk yang benar.
- Hidup ini membutuhkan kecerdasan dalam menghadapi satu masalah atau lebih, dan kecerdasan itu muncul dari belajar dan berfikir, sedangkan kecerdasan itu dimiliki oleh semua orang.
- Jangan tergesa-gesa dalam memutuskan suatu perkara, hingga kita benar-benar mengetahui akibat baik dan buruknya.
- Masyru’ (anjuran) belajar kapan dan dimanapun, sehingga kita dengan mudah bergaul dengan siapapun, dengan tanpa menyakiti mereka, membuat mereka senang dan bahkan membuat seseorang kembali kepada kebenaran setelah sesatnya.
- Satu negri itu harus di pimpim oleh seorang pemimpim yang adil dan bijaksana, agar tercipta masyarakat yang makmur dan sejahtera, tidak ada yang menzhalimi dan di zhalimi.
- Belajar dari pengalaman orang lain, baik itu pengalaman baik ataupun buruk mereka.
- Tafakkur (berfikir).
- Bisa memanfaatkan otak, demi kemaslahatan pribadi dan masyarakat.
By: Muherman Numrah





0 komentar:
Posting Komentar