Wahai Ummat Al-qur’an??!
By: Muherman Numrah Mawardi
Muqaddimah
Firman Allah Ta’ala:
“Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 2).
Al-qur’an adalah sumber izzah (kemuliaan)
Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagaimana diriwayatkan oleh Umar Bin Khattab:
“Sesungguhnya Allah mengangkat suatu kaum dengan Al-Qur’an ini, dan dengan Al-Qur’an pula Allah merendahkan kaum yang lainnya”. (HR. Muslim).
Memang dengan Al-Qur’an Allah Subhanahu Wata’ala mengangat dan memuliakan suatu kaum dengan Al-Qur’an dan dengannya pula Allah merendahkan dan menghinakan mereka, baik itu di dunia ataupun di akhirat.
Secara garis besarnya; memang Allah Ta’ala memuliakan orang islam dengan Al-Qur’an dan menghinakan orang kafir dengannya pula. Akan tetapi secara garis kecilnya; memuliakan dan merendahkan juga terdapat pada diri orang islam itu juga, sebab mereka telah menghijrahkan (meninggalkan) Al-Qur’an; baik itu dengan tidak membaca, tidak mentadabburi, dan tidak mengamalkannya sama sekali.
Al-qur’an adalah penawar (obat) zhahir dan bathin
Firman Allah Ta’ala:
“Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra’: 82).
Ayat yang mulia ini adalah mu’jizat tersendiri..dimana Al-Qur’an sebagai obat jasadi dan rohani bagi manusia, maka salahlah orang yang mengira bahwa Al-Qur’an itu hanya obat rohani saja, akan tetapi ia juga penawar/obat jasad, karna Nabi dan para sahabat sering sekali menjadikannya sebagai obat jasad, diantaranya adalah: obat kesurupan, obat dari gigitan binatang berbisa..dll.
Keutamaan membaca, mentadabburi dan mengajarkan Al-Qur’an
Firman Allah Ta’ala:
“Maka apakah mereka tidak mentadabburi (memperhatikan) Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24).
Maksud dari tadabbur adalah membaca, merenungi isinya, memahami dan mempelajari apa yang diinginkan Al-Qur’an..hingga sampai kepada mengamalkan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya.
Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari).
Maksud mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya; bukan saja mempelajari cara membaca atau qira’at atau mengajarkan membaca, akan tetapi maksud dari hadits yang mulia ini jauh lebih luas.
Yaitu: Belajar membaca, menghafal, mempelajari segala ilmu-ilmu yang terkandung dalam Al-Qur’an, seperti: perintah, larangan, hukum-hukum, aqidah, adab, ibadah…dst! Lalu mengajarkan manusia..mulai dari cara membaca yang benar sampai cara mereka mengamalkan apa yang diinginkan Al-Qur’an.
Al-Qur’an sebagai penolong (pemberi syafaat) bagi orang yang membacanya
Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Bacalah Al-Qur’an! Karna sesungguhnya ia akan dihari kiamat kelak menjadi penolong (memberi syafa’at) bagi pemiliknya (pembacanya)”.
Maka; tidak ada lagi keutamaan yang lebih besar dan mudah selain keutamaan ini..apakah ada yang menjawab dan melaksanakan anjuran Nabi ini??!
Pahala berlipat ganda membaca Al-Qur’an
Sabda Nabi SHallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an) maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu menjadi sepuluh semisalnya, tidak aku katakana (satu kebaikan) Alif lam mim..akan tetapi: Ali..satu huruf, lam..satu huruf, dan mim..satu huruf”.
Ini baru satu ayat saja..maka bagaimana menurut anda dengan ayat yang lebih banyak?! Tentu akan lebih banyak kebaikan dan pahalanya!
Maka; marilah kita selalu membaca Al-Qur’an..kapan dan dimana saja; kita pelajari isinya, kita renungkan kemudian kita amalkan sehingga kita menjadi umat yang dimuliakan Al-Qur’an..baik di dunia apalagi di akhirat.
By: Muherman Numrah





0 komentar:
Posting Komentar