Jumat, 14 Oktober 2011

Wahai Ummat Al-qur’an??!

Wahai Ummat Al-qur’an??!

By: Muherman Numrah Mawardi

Muqaddimah

Firman Allah Ta’ala:
“Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 2).

Al-qur’an adalah sumber izzah (kemuliaan)

Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagaimana diriwayatkan oleh Umar Bin Khattab:
“Sesungguhnya Allah mengangkat suatu kaum dengan Al-Qur’an ini, dan dengan Al-Qur’an pula Allah merendahkan kaum yang lainnya”. (HR. Muslim).

Memang dengan Al-Qur’an Allah Subhanahu Wata’ala mengangat dan memuliakan suatu kaum dengan Al-Qur’an dan dengannya pula Allah merendahkan dan menghinakan mereka, baik itu di dunia ataupun di akhirat.

Secara garis besarnya; memang Allah Ta’ala memuliakan orang islam dengan Al-Qur’an dan menghinakan orang kafir dengannya pula.  Akan tetapi secara garis kecilnya; memuliakan dan merendahkan juga terdapat pada diri orang islam itu juga, sebab mereka telah menghijrahkan (meninggalkan) Al-Qur’an; baik itu dengan tidak membaca, tidak mentadabburi, dan tidak mengamalkannya sama sekali.

Al-qur’an adalah penawar (obat) zhahir dan bathin

Firman Allah Ta’ala:
“Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra’: 82).

Ayat yang mulia ini adalah mu’jizat tersendiri..dimana Al-Qur’an sebagai obat jasadi dan rohani bagi manusia, maka salahlah orang yang mengira bahwa Al-Qur’an itu hanya obat rohani saja, akan tetapi ia juga penawar/obat jasad, karna Nabi dan para sahabat sering sekali menjadikannya sebagai obat jasad, diantaranya adalah: obat kesurupan, obat dari gigitan binatang berbisa..dll.

Keutamaan membaca, mentadabburi dan mengajarkan Al-Qur’an

Firman Allah Ta’ala:
“Maka apakah mereka tidak mentadabburi (memperhatikan) Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24).

Maksud dari tadabbur adalah membaca, merenungi isinya, memahami dan mempelajari apa yang diinginkan Al-Qur’an..hingga sampai kepada mengamalkan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya.

Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari).

Maksud mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya; bukan saja mempelajari cara membaca atau qira’at atau mengajarkan membaca, akan tetapi maksud dari hadits yang mulia ini jauh lebih luas.
Yaitu: Belajar membaca, menghafal, mempelajari segala ilmu-ilmu yang terkandung dalam Al-Qur’an, seperti: perintah, larangan, hukum-hukum, aqidah, adab, ibadah…dst! Lalu mengajarkan manusia..mulai dari cara membaca yang benar sampai cara mereka mengamalkan apa yang diinginkan Al-Qur’an.

Al-Qur’an sebagai penolong (pemberi syafaat) bagi orang yang membacanya

Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Bacalah Al-Qur’an! Karna sesungguhnya ia akan dihari kiamat kelak menjadi penolong (memberi syafa’at) bagi pemiliknya (pembacanya)”.

Maka; tidak ada lagi keutamaan yang lebih besar dan mudah selain keutamaan ini..apakah ada yang menjawab dan melaksanakan anjuran Nabi ini??!

Pahala berlipat ganda membaca Al-Qur’an

Sabda Nabi SHallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an) maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu menjadi sepuluh semisalnya, tidak aku katakana (satu kebaikan) Alif lam mim..akan tetapi: Ali..satu huruf, lam..satu huruf, dan mim..satu huruf”.

Ini baru satu ayat saja..maka bagaimana menurut anda dengan ayat yang lebih banyak?! Tentu akan lebih banyak kebaikan dan pahalanya!

Maka; marilah kita selalu membaca Al-Qur’an..kapan dan dimana saja; kita pelajari isinya, kita renungkan kemudian kita amalkan sehingga kita menjadi umat yang dimuliakan Al-Qur’an..baik di dunia apalagi di akhirat.

By: Muherman Numrah

0 komentar:

Posting Komentar